18

Standar Akuntansi Agrikultur PSAK 69

Updated: Okt 2026Oleh: SystemModul Pertanian & Smart Farming

Standar Akuntansi Keuangan (SAK EP & PSAK 69) - Sektor Pertanian & Dual-Track

Dokumen ini memuat standar pengukuran akuntansi agrikultur, bagan akun (Chart of Accounts / COA) Dual-Track Pertanian (Komersial AGRO-IND vs Ketahanan Pangan KTPG-TANI beserta sub-unitnya), perlakuan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM) sesuai PSAK 69, serta skenario penjurnalan transaksi otomatis pada ERP BUMDes.


1. Arsitektur Akuntansi Dual-Track Pertanian BUMDes#

Sistem ERP BUMDes mengoperasikan model pembukuan agrikultur terpisah (Dual-Track Anti-Commingling & Zero-Overlapping):

1.1 Matriks Akun Utama Dual-Track Pertanian

Komponen AkuntansiTrack 1: Komersial (AGRO-IND)Track 2: Ketahanan Pangan Induk (KTPG-TANI)Sub-Unit Padi / Jagung / Cabai (KTPG-*)
Kas Tunai1-101.12 (Kas Tunai - Unit Pertanian)1-101.03 (Kas Tunai - Ketahanan Pangan)1-101.20 (Padi), 1-101.18 (Jagung), 1-101.17 (Horti)
Rekening Bank1-102.06 (Bank BPD Pertanian Komersial)1-102.03 (Bank BPD Ketahanan Pangan)1-102.03 (Bank BPD Ketahanan Pangan)
Persediaan Saprotan1-104.01 (Pupuk, Benih & Saprotan)1-104.01 (Pupuk, Benih & Saprotan)1-104.01 (Pupuk, Benih & Saprotan)
Persediaan Hasil Panen1-303 (Barang Jadi Hasil Pertanian)1-303 (Barang Jadi Hasil Pertanian)1-303 (Barang Jadi Hasil Pertanian)
Rekening Koran Induk1-608 (RK Pertanian Holding Pusat)1-604 (RK Sub-Holding Ketapang)1-618 (Padi), 1-617 (Jagung), 1-616 (Cabai)
RK Pabrik Pakan Ternak1-620 (RK Pabrik Pakan Ternak)1-620 (RK Pabrik Pakan Ternak)1-620 (RK Pabrik Pakan Ternak)
Utang Usaha Supplier2-101 (Hutang Usaha)2-101 (Hutang Usaha)2-101 (Hutang Usaha)
Pendapatan Panen UtamaMulti-Komoditas (4-204.01, 4-205, 4-206)Multi-Komoditas (4-204.01, 4-205, 4-206)4-206 (Padi), 4-205 (Jagung), 4-204.01 (Cabai)
HPP & Beban Produksi5-101 (HPP), 5-201 (Gaji), 5-202 (BBM)5-101 (HPP), 5-201 (Gaji), 5-202 (BBM)5-101 (HPP), 5-201 (Gaji), 5-202 (BBM)

1.2 Bagan Akun Spesifik Tanaman Hortikultura (PSAK 69 Suffix .03)

Untuk pelacakan mikro pada budidaya tanaman berumur panjang/menghasilkan panen berkali-kali (seperti cabai dan hortikultura), sistem mendukung klasifikasi akun biologis:

Nomor AkunNama Akun Buku BesarPosisi NormalKlasifikasi & Karakteristik
1-101.03Kas Operasional Ketahanan PanganDebetAset Lancar - Brankas tunai operasional pertanian Ketapang
1-104.01Persediaan Pupuk, Benih & Saprotan PertanianDebetAset Lancar - Stok pupuk NPK, urea, benih, mulsa di gudang
1-120.03Piutang Usaha Penjualan PanenDebetAset Lancar - Tagihan penjualan komoditas panen ke mitra
1-140.03Persediaan Hasil Panen (Cabai & Jagung)DebetAset Lancar - Nilai wajar hasil petik di gudang sortir internal
1-141.03Persediaan Benih, Pupuk & PestisidaDebetAset Lancar - Stok saprotan sebelum diaplikasikan ke bedengan
1-142.03Persediaan Mulsa, Selang Drip & AjirDebetAset Lancar - Stok material instalasi bedengan fertigasi
1-150.03Aset Biologis - Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)DebetAset Tidak Lancar - Akumulasi biaya tanaman umur 0-90 hari
1-151.03Aset Biologis - Tanaman Menghasilkan (TM)DebetAset Tidak Lancar - Tanaman masa petik umur 91-180 hari
1-152.03Akumulasi Amortisasi Tanaman MenghasilkanKreditKontra Aset - Penyusutan tanaman selama masa petik
1-604Rekening Koran (RK) Sub-Holding KetapangDebet/KreditEntitas Antar-Unit - Aliran modal kerja induk Ketapang
2-101Utang Usaha SupplierKreditKewajiban Lancar - Tagihan distributor benih & pupuk
4-100.03Pendapatan Penjualan Hasil PanenKreditPendapatan Operasional - Penjualan komoditas cabai dan jagung
5-101.03Beban Saprotan, Pupuk & Obat TanamanDebetBeban Operasional - Pemakaian pupuk fertigasi & pestisida
5-102.03Beban Upah Tenaga Kerja Olah Tanah & PetikDebetBeban Operasional - Biaya tenaga kerja penanaman & panen
5-103.03Beban Listrik Pompa Irigasi & Solar TraktorDebetBeban Operasional - Energi operasional pengairan lahan
5-104.03Beban Amortisasi Tanaman MenghasilkanDebetBeban Operasional - Alokasi penyusutan nilai biologis tanaman

2. Kebijakan Akuntansi PSAK 69 (Aset Biologis Tanaman Hortikultura)#

2.1. Kapitalisasi Biaya Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)

  1. Seluruh biaya pengolahan lahan, mulsa, benih, pupuk dasar, dan tenaga kerja sejak persemaian hingga tanaman berumur 90 hari (sebelum petik perdana) diakumulasikan ke akun 1-150.03 (Aset Biologis - TBM).
  2. Estimasi total biaya kapitalisasi TBM untuk 1 Hektar kebun cabai (16.000 pohon) adalah sekitar Rp 80.000.000 (atau Rp 5.000 per pohon).

2.2. Reklasifikasi dan Amortisasi Tanaman Menghasilkan (TM)

  • Pada saat panen komersial pertama dimulai (hari ke-91), seluruh saldo 1-150.03 direklasifikasi ke akun 1-151.03 (Aset Biologis - TM).
  • Nilai tanaman diamortisasikan selama masa produktif pemetikan (sekitar 3 bulan atau 12 minggu masa petik):
  • Beban Amortisasi per Minggu = Rp 80.000.000 / 12 minggu = Rp 6.666.667 per minggu.

3. Skenario Penjurnalan Transaksi Baku#

Skenario 1: Reklasifikasi Tanaman TBM ke Tanaman TM

Kebun cabai Blok A mencapai umur 91 hari dan siap dipanen (Nilai kapitalisasi Rp 80.000.000):

[DEBET] 1-151.03 Aset Biologis - Tanaman Menghasilkan (TM) Rp 80.000.000
[KREDIT] 1-150.03 Aset Biologis - Tanaman Belum Menghasilkan Rp 80.000.000

Skenario 2: Panen Petik Harian & Pengakuan Persediaan di Gudang Sortir

Pemetikan ke-4 menghasilkan 800 kg cabai rawit merah (nilai pasar titik panen Rp 35.000/kg = Rp 28.000.000):

[DEBET] 1-140.03 Persediaan Hasil Panen (Cabai Segar) Rp 28.000.000
[KREDIT] 4-100.03 Pendapatan Penjualan Hasil Panen Rp 28.000.000

Skenario 3: Penjualan Cabai Tunai ke Pasar Induk & Unit Kuliner

Menjual 500 kg ke pasar induk seharga Rp 38.000/kg (Rp 19.000.000) dan 100 kg ke Unit Kuliner Pujasera BUMDes (Unit 19) seharga Rp 35.000/kg (Rp 3.500.000):

[DEBET] 1-101.03 Kas & Bank Operasional Pertanian Rp 19.000.000
[DEBET] 1-120.03 Piutang Antar-Unit Kuliner (Unit 19) Rp 3.500.000
[KREDIT] 1-140.03 Persediaan Hasil Panen (600 kg @Rp 35.000) Rp 21.000.000
[KREDIT] 4-100.03 Pendapatan Penjualan Panen (Margin) Rp 1.500.000

Skenario 4: Amortisasi Mingguan Tanaman Menghasilkan (PSAK 69)

Membukukan amortisasi masa petik minggu berjalan:

[DEBET] 5-104.03 Beban Amortisasi Tanaman Menghasilkan Rp 6.666.667
[KREDIT] 1-152.03 Akumulasi Amortisasi Tanaman Rp 6.666.667

Skenario 5: Penyerapan Jagung Petani & Pelunasan Pembiayaan Yarnen USP

BUMDes menyerap 10 ton jagung pipil kering panen petani mitra seharga Rp 5.000/kg (Total Rp 50.000.000). Petani memiliki kewajiban pinjaman saprotan Yarnen di Unit 05 (USP) sebesar Rp 20.000.000:

(Pada Pembukuan Unit Pertanian)
[DEBET] 1-140.03 Persediaan Jagung Pipil (Bahan Pakan) Rp 50.000.000
[KREDIT] 1-605 Rekening Koran Unit Simpan Pinjam (USP) Rp 20.000.000
[KREDIT] 1-101.03 Kas & Bank Operasional (Dibayarkan Tunai) Rp 30.000.000

(Secara simultan, sistem ERP membukukan pelunasan piutang debitur di modul USP 1-120.05 sebesar Rp 20.000.000 melalui Rekening Koran simetris).

Apakah panduan ini membantu Anda?