Master SOP Pertanian Presisi (8 Bab)
Updated: Sep 2026Oleh: SystemModul Pertanian & Smart Farming
Master SOP 8 Bab Baku - Unit Pertanian & Smart Farming (UNT-TANI)
Nomor Dokumen: SOP/BUMDES-TANI/2026/001
Klasifikasi: Prosedur Standar Operasional Resmi (Grand Standard v2026.2)
Status: Berlaku Efektif per 1 Januari 2026
Otorisator: Direktur Utama BUMDes, Agronomist Penanggung Jawab Lahan, dan Kepala Unit Pertanian
BAB I: KETENTUAN UMUM & STANDAR TATA KELOLA LAHAN#
- Unit Pertanian BUMDes Mandiri Sejahtera mengelola perkebunan hortikultura presisi dengan komoditas utama cabai rawit merah, cabai keriting, dan tanaman pangan jagung hibrida.
- Setiap petak lahan wajib memiliki identifikasi koordinat geospasial (polygon boundary) yang terdaftar pada sistem GIS ERP BUMDes.
- Standar baku kesuburan tanah:
- pH tanah wajib berada pada rentang 6,0 - 6,8.
- Sistem drainase parit harus mampu mengalirkan air hujan lebat dalam waktu maksimal 30 menit guna mencegah pembusukan akar akibat genangan (waterlogging).
BAB II: PENGOLAHAN TANAH & PEMUPUKAN DASAR#
- Pembajakan & Penggemburan:
- Tanah dibajak menggunakan traktor sedalam 30 - 40 cm untuk memecah lapisan padas dan membalik struktur tanah.
- Penaburan kapur pertanian (dolomit) dilakukan dengan dosis 1,5 - 2,0 ton per hektar minimal 2 minggu sebelum pemasangan mulsa jika pH tanah di bawah 6,0.
- Aplikasi Pupuk Organik Kasgot TPS3R:
- Setiap bedengan diberikan pupuk kompos organik kasgot dari Unit 21 (TPS3R) dengan dosis 10 ton per hektar (setara 1 kg per meter lari bedengan) sebagai pembenah tanah alami.
- Pupuk kimia dasar (SP-36 dan NPK) ditaburkan di tengah bedengan dengan dosis sesuai rekomendasi uji laboratorium tanah.
BAB III: PERSEMAIAN BENIH & PINDAH TANAM (TRANSPLANTING)#
- Persemaian Bibit:
- Menggunakan benih unggul hibrida bersertifikat resmi Kementerian Pertanian dengan daya kecambah minimal 85%.
- Media semai berupa campuran tanah steril, arang sekam, dan kompos halus (rasio 1:1:1) yang dimasukkan ke dalam baki semai (plug tray) 104 lubang.
- Rumah semai wajib ditutup jaring serangga (insect net) 50 mesh untuk mencegah serangan kutu daun vektor virus gemini (penyakit bulai/kuning).
- Pindah Tanam ke Lahan:
- Bibit siap ditanam pada umur 25 - 30 hari setelah semai (telah memiliki 4 - 5 helai daun sejati).
- Penanaman dilakukan pada sore hari (pukul 15.30 s/d 17.30 WIB) untuk mengurangi stres bibit akibat terik matahari.
- Jarak tanam standar: 60 cm x 70 cm dalam pola segitiga (zig-zag).
BAB IV: IRIGASI TETES, FERTIGASI & PENGENDALIAN HAMA (PHT)#
- Pengoperasian Irigasi Tetes:
- Penyiraman dilakukan 1 - 2 kali sehari tergantung kondisi kelembaban tanah:
- Musim Kemarau: 45 - 60 menit per blok (debit air ~1,5 liter per pohon per hari).
- Musim Hujan: Disesuaikan dengan sensor kelembaban tanah (soil moisture < 60%).
- Jadwal Fertigasi Nutrisi:
- Pemupukan susulan diberikan melalui larutan air irigasi tetes (fertigation) setiap 2 hari sekali mulai hari ke-10 setelah tanam.
- Formula fase vegetatif difokuskan pada Nitrogen dan Fosfor; formula fase generatif difokuskan pada Kalium, Kalsium, dan Boron untuk mencegah kerontokan bunga.
- Pengendalian Hama Terpadu (PHT):
- Mengutamakan pencegahan hayati: penanaman tanaman perangkap refugia (bunga marigold/kenikir) di sekeliling kebun, pemasangan perangkap lekat kuning (yellow sticky trap) 40 buah per hektar.
- Aplikasi pestisida nabati (ekstrak nimba, tembakau) sebagai barisan pertahanan utama. Penggunaan fungisida kimia hanya diizinkan jika curah hujan tinggi ekstrem untuk mencegah antraknosa (patek).
BAB V: PEMANENAN PETIK CABAI & SORTIR KUALITAS#
- Kriteria Kematangan Buah:
- Panen petik cabai dilakukan saat buah mencapai tingkat kematangan 85% - 95% warna merah mengkilap.
- Panen dilakukan pada pagi hari (pukul 06.00 s/d 10.00 WIB) setelah embun pagi kering agar buah tidak mudah membusuk.
- Pemetikan wajib menyertakan tangkai buah utuh menggunakan teknik memutar tangkai ke atas, dilarang merenggut paksa cabang tanaman.
- Klasifikasi Mutu (Grading):
- Grade A: Panjang buah > 4 cm, lurus, merah merata, padat, bebas bercak antraknosa/ulat.
- Grade B: Buah merah semburat oranye, sedikit bengkok, ukuran sedang.
- Grade C (BS/Afkir): Buah busuk ujung, terkena lalat buah, atau patah tangkai. Wajib dipisahkan dan dilarang dicampur ke dalam krat pengiriman.
BAB VI: PASCA-PANEN, PENIMBANGAN & LOGISTIK PENJUALAN#
- Pengemasan & Penimbangan:
- Cabai yang telah disortir diangin-anginkan di lantai gudang beralas terpal bersih selama 1 jam.
- Dikemas dalam krat plastik berventilasi kapasitas 20 kg atau karung jaring rajut (mesh bag).
- Ditimbang akurat menggunakan timbangan digital dan dicatat pada lembar panen harian ERP.
- Penyaluran Hasil Panen:
- Prioritas 1: Pasokan harian ke Unit Kuliner Pujasera BUMDes (Unit 19) dan Toko Ritel Sembako (Unit 17).
- Prioritas 2: Penjualan grosir ke pedagang pengumpul pasar induk sayur dengan Surat Jalan resmi.
BAB VII: PENYERAPAN JAGUNG & INTEGRASI YARNEN USP#
- Standar Penyerapan Jagung Petani Mitra:
- Kadar air jagung pipil kering maksimal 14,00% (diuji dengan alat moisture meter digital).
- Butir rusak/jamur maksimal 3%, bebas hama kutu bubuk dan kotoran tanah.
- Otomasi Pemotongan Tagihan Yarnen:
- Petugas timbangan BUMDes memasukkan nomor NIK petani mitra ke modul penyerapan.
- Sistem ERP otomatis mendeteksi sisa piutang pembiayaan saprotan petani pada Unit 05 (USP) atau Unit 10 (USPPS).
- Nilai pembelian jagung secara otomatis dipotongkan untuk melunasi pokok dan margin/jasa pinjaman petani, dan sisa uang panen diserahkan tunai/transfer kepada petani.
BAB VIII: SANITASI LAHAN & ROTASI TANAMAN#
- Pembongkaran Tanaman Tua:
- Setelah masa petik ke-18 hingga 20 berakhir (tanaman berumur ~6 bulan), tanaman dicabut serentak beserta perakarannya.
- Seluruh sisa batang dan daun yang terindikasi penyakit dikumpulkan dan dibakar untuk memutus siklus inokulum patogen.
- Rotasi Tanaman Legum (Crop Rotation):
- Setelah tanaman cabai dibongkar, lahan tidak boleh langsung ditanami famili Solanaceae (tomat, terong, cabai).
- Wajib ditanami tanaman leguminosa (kacang tanah, kedelai, atau orok-orok) selama 2 bulan guna mengikat nitrogen bebas di udara dan merevitalisasi mikroba tanah yang bermanfaat.