18

Master SOP Pertanian Presisi (8 Bab)

Updated: Sep 2026Oleh: SystemModul Pertanian & Smart Farming

Master SOP 8 Bab Baku - Unit Pertanian & Smart Farming (UNT-TANI)

Nomor Dokumen: SOP/BUMDES-TANI/2026/001 Klasifikasi: Prosedur Standar Operasional Resmi (Grand Standard v2026.2) Status: Berlaku Efektif per 1 Januari 2026 Otorisator: Direktur Utama BUMDes, Agronomist Penanggung Jawab Lahan, dan Kepala Unit Pertanian


BAB I: KETENTUAN UMUM & STANDAR TATA KELOLA LAHAN#

  1. Unit Pertanian BUMDes Mandiri Sejahtera mengelola perkebunan hortikultura presisi dengan komoditas utama cabai rawit merah, cabai keriting, dan tanaman pangan jagung hibrida.
  2. Setiap petak lahan wajib memiliki identifikasi koordinat geospasial (polygon boundary) yang terdaftar pada sistem GIS ERP BUMDes.
  3. Standar baku kesuburan tanah:
  • pH tanah wajib berada pada rentang 6,0 - 6,8.
  • Sistem drainase parit harus mampu mengalirkan air hujan lebat dalam waktu maksimal 30 menit guna mencegah pembusukan akar akibat genangan (waterlogging).

BAB II: PENGOLAHAN TANAH & PEMUPUKAN DASAR#

  1. Pembajakan & Penggemburan:
  • Tanah dibajak menggunakan traktor sedalam 30 - 40 cm untuk memecah lapisan padas dan membalik struktur tanah.
  • Penaburan kapur pertanian (dolomit) dilakukan dengan dosis 1,5 - 2,0 ton per hektar minimal 2 minggu sebelum pemasangan mulsa jika pH tanah di bawah 6,0.
  1. Aplikasi Pupuk Organik Kasgot TPS3R:
  • Setiap bedengan diberikan pupuk kompos organik kasgot dari Unit 21 (TPS3R) dengan dosis 10 ton per hektar (setara 1 kg per meter lari bedengan) sebagai pembenah tanah alami.
  • Pupuk kimia dasar (SP-36 dan NPK) ditaburkan di tengah bedengan dengan dosis sesuai rekomendasi uji laboratorium tanah.

BAB III: PERSEMAIAN BENIH & PINDAH TANAM (TRANSPLANTING)#

  1. Persemaian Bibit:
  • Menggunakan benih unggul hibrida bersertifikat resmi Kementerian Pertanian dengan daya kecambah minimal 85%.
  • Media semai berupa campuran tanah steril, arang sekam, dan kompos halus (rasio 1:1:1) yang dimasukkan ke dalam baki semai (plug tray) 104 lubang.
  • Rumah semai wajib ditutup jaring serangga (insect net) 50 mesh untuk mencegah serangan kutu daun vektor virus gemini (penyakit bulai/kuning).
  1. Pindah Tanam ke Lahan:
  • Bibit siap ditanam pada umur 25 - 30 hari setelah semai (telah memiliki 4 - 5 helai daun sejati).
  • Penanaman dilakukan pada sore hari (pukul 15.30 s/d 17.30 WIB) untuk mengurangi stres bibit akibat terik matahari.
  • Jarak tanam standar: 60 cm x 70 cm dalam pola segitiga (zig-zag).

BAB IV: IRIGASI TETES, FERTIGASI & PENGENDALIAN HAMA (PHT)#

  1. Pengoperasian Irigasi Tetes:
  • Penyiraman dilakukan 1 - 2 kali sehari tergantung kondisi kelembaban tanah:
  • Musim Kemarau: 45 - 60 menit per blok (debit air ~1,5 liter per pohon per hari).
  • Musim Hujan: Disesuaikan dengan sensor kelembaban tanah (soil moisture < 60%).
  1. Jadwal Fertigasi Nutrisi:
  • Pemupukan susulan diberikan melalui larutan air irigasi tetes (fertigation) setiap 2 hari sekali mulai hari ke-10 setelah tanam.
  • Formula fase vegetatif difokuskan pada Nitrogen dan Fosfor; formula fase generatif difokuskan pada Kalium, Kalsium, dan Boron untuk mencegah kerontokan bunga.
  1. Pengendalian Hama Terpadu (PHT):
  • Mengutamakan pencegahan hayati: penanaman tanaman perangkap refugia (bunga marigold/kenikir) di sekeliling kebun, pemasangan perangkap lekat kuning (yellow sticky trap) 40 buah per hektar.
  • Aplikasi pestisida nabati (ekstrak nimba, tembakau) sebagai barisan pertahanan utama. Penggunaan fungisida kimia hanya diizinkan jika curah hujan tinggi ekstrem untuk mencegah antraknosa (patek).

BAB V: PEMANENAN PETIK CABAI & SORTIR KUALITAS#

  1. Kriteria Kematangan Buah:
  • Panen petik cabai dilakukan saat buah mencapai tingkat kematangan 85% - 95% warna merah mengkilap.
  • Panen dilakukan pada pagi hari (pukul 06.00 s/d 10.00 WIB) setelah embun pagi kering agar buah tidak mudah membusuk.
  • Pemetikan wajib menyertakan tangkai buah utuh menggunakan teknik memutar tangkai ke atas, dilarang merenggut paksa cabang tanaman.
  1. Klasifikasi Mutu (Grading):
  • Grade A: Panjang buah > 4 cm, lurus, merah merata, padat, bebas bercak antraknosa/ulat.
  • Grade B: Buah merah semburat oranye, sedikit bengkok, ukuran sedang.
  • Grade C (BS/Afkir): Buah busuk ujung, terkena lalat buah, atau patah tangkai. Wajib dipisahkan dan dilarang dicampur ke dalam krat pengiriman.

BAB VI: PASCA-PANEN, PENIMBANGAN & LOGISTIK PENJUALAN#

  1. Pengemasan & Penimbangan:
  • Cabai yang telah disortir diangin-anginkan di lantai gudang beralas terpal bersih selama 1 jam.
  • Dikemas dalam krat plastik berventilasi kapasitas 20 kg atau karung jaring rajut (mesh bag).
  • Ditimbang akurat menggunakan timbangan digital dan dicatat pada lembar panen harian ERP.
  1. Penyaluran Hasil Panen:
  • Prioritas 1: Pasokan harian ke Unit Kuliner Pujasera BUMDes (Unit 19) dan Toko Ritel Sembako (Unit 17).
  • Prioritas 2: Penjualan grosir ke pedagang pengumpul pasar induk sayur dengan Surat Jalan resmi.

BAB VII: PENYERAPAN JAGUNG & INTEGRASI YARNEN USP#

  1. Standar Penyerapan Jagung Petani Mitra:
  • Kadar air jagung pipil kering maksimal 14,00% (diuji dengan alat moisture meter digital).
  • Butir rusak/jamur maksimal 3%, bebas hama kutu bubuk dan kotoran tanah.
  1. Otomasi Pemotongan Tagihan Yarnen:
  • Petugas timbangan BUMDes memasukkan nomor NIK petani mitra ke modul penyerapan.
  • Sistem ERP otomatis mendeteksi sisa piutang pembiayaan saprotan petani pada Unit 05 (USP) atau Unit 10 (USPPS).
  • Nilai pembelian jagung secara otomatis dipotongkan untuk melunasi pokok dan margin/jasa pinjaman petani, dan sisa uang panen diserahkan tunai/transfer kepada petani.

BAB VIII: SANITASI LAHAN & ROTASI TANAMAN#

  1. Pembongkaran Tanaman Tua:
  • Setelah masa petik ke-18 hingga 20 berakhir (tanaman berumur ~6 bulan), tanaman dicabut serentak beserta perakarannya.
  • Seluruh sisa batang dan daun yang terindikasi penyakit dikumpulkan dan dibakar untuk memutus siklus inokulum patogen.
  1. Rotasi Tanaman Legum (Crop Rotation):
  • Setelah tanaman cabai dibongkar, lahan tidak boleh langsung ditanami famili Solanaceae (tomat, terong, cabai).
  • Wajib ditanami tanaman leguminosa (kacang tanah, kedelai, atau orok-orok) selama 2 bulan guna mengikat nitrogen bebas di udara dan merevitalisasi mikroba tanah yang bermanfaat.

Apakah panduan ini membantu Anda?