Konsep Dasar AR/AP
Konsep Dasar Utang Piutang
Pahami fondasi akuntansi AR (Accounts Receivable) & AP (Accounts Payable) sebelum menggunakan sistem. Ini adalah dasar dari semua modul keuangan BUMDes.
Piutang Usaha (AR - Accounts Receivable)#
Hak tagih BUMDes kepada pihak lain (pelanggan, peternak, anggota) atas barang/jasa yang sudah diberikan namun belum dibayar.
- Muncul saat BUMDes menjual secara kredit.
- Dicatat sebagai ASET LANCAR di neraca.
- Berkurang saat pembayaran diterima.
- Contoh: Peternak belum bayar pakan.
Utang Dagang (AP - Accounts Payable)#
Kewajiban BUMDes kepada pihak lain (supplier, vendor) atas barang/jasa yang sudah diterima namun belum dibayar.
- Muncul saat BUMDes membeli secara kredit.
- Dicatat sebagai KEWAJIBAN LANCAR di neraca.
- Berkurang saat BUMDes membayar supplier.
- Contoh: BUMDes belum bayar CV. Agro Jaya.
Prinsip Akrual (Accrual Basis)#
Pendapatan dan biaya diakui pada saat terjadinya transaksi, bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan.
Contoh Piutang: Pakan diserahkan tgl 5 Maret -> Piutang langsung dicatat, meski uang baru masuk 4 April.
Contoh Utang: Stok diterima tgl 1 April -> Utang langsung dicatat, meski uang baru keluar 15 Mei.
Jurnal Dasar AR & AP#
Saat Penjualan Kredit (AR timbul)
- Piutang Usaha (Debit)
- Pendapatan Penjualan (Kredit)
Saat Pelunasan Piutang (AR lunas)
- Kas / Bank (Debit)
- Piutang Usaha (Kredit)
Saat Pembelian Kredit (AP timbul)
- Persediaan / Aset (Debit)
- Utang Dagang (Kredit)
Saat Pelunasan Utang (AP lunas)
- Utang Dagang (Debit)
- Kas / Bank (Kredit)
[!WARNING] Penting Diingat: Dalam neraca, Piutang adalah ASET (tambah kekayaan) dan Utang adalah KEWAJIBAN (kurangi ekuitas). Keduanya harus dipantau agar arus kas BUMDes tetap sehat.