Konsep Dasar AR/AP

Konsep Dasar AR/AP

Updated: Jul 2026Oleh: SystemUtang Piutang (AR/AP)
Menyiapkan Audio...
Protected View (Read Only)

Konsep Dasar Utang Piutang

Pahami fondasi akuntansi AR (Accounts Receivable) & AP (Accounts Payable) sebelum menggunakan sistem. Ini adalah dasar dari semua modul keuangan BUMDes.

Piutang Usaha (AR - Accounts Receivable)#

Hak tagih BUMDes kepada pihak lain (pelanggan, peternak, anggota) atas barang/jasa yang sudah diberikan namun belum dibayar.

  • Muncul saat BUMDes menjual secara kredit.
  • Dicatat sebagai ASET LANCAR di neraca.
  • Berkurang saat pembayaran diterima.
  • Contoh: Peternak belum bayar pakan.

Utang Dagang (AP - Accounts Payable)#

Kewajiban BUMDes kepada pihak lain (supplier, vendor) atas barang/jasa yang sudah diterima namun belum dibayar.

  • Muncul saat BUMDes membeli secara kredit.
  • Dicatat sebagai KEWAJIBAN LANCAR di neraca.
  • Berkurang saat BUMDes membayar supplier.
  • Contoh: BUMDes belum bayar CV. Agro Jaya.

Prinsip Akrual (Accrual Basis)#

Pendapatan dan biaya diakui pada saat terjadinya transaksi, bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan.

Contoh Piutang: Pakan diserahkan tgl 5 Maret -> Piutang langsung dicatat, meski uang baru masuk 4 April.

Contoh Utang: Stok diterima tgl 1 April -> Utang langsung dicatat, meski uang baru keluar 15 Mei.

Jurnal Dasar AR & AP#

Saat Penjualan Kredit (AR timbul)

  • Piutang Usaha (Debit)
  • Pendapatan Penjualan (Kredit)

Saat Pelunasan Piutang (AR lunas)

  • Kas / Bank (Debit)
  • Piutang Usaha (Kredit)

Saat Pembelian Kredit (AP timbul)

  • Persediaan / Aset (Debit)
  • Utang Dagang (Kredit)

Saat Pelunasan Utang (AP lunas)

  • Utang Dagang (Debit)
  • Kas / Bank (Kredit)

[!WARNING] Penting Diingat: Dalam neraca, Piutang adalah ASET (tambah kekayaan) dan Utang adalah KEWAJIBAN (kurangi ekuitas). Keduanya harus dipantau agar arus kas BUMDes tetap sehat.