18

Standar Akuntansi SAK EP & PSAK 69

Updated: Okt 2026Oleh: SystemModul Peternakan Ayam & Unggas

Standar Akuntansi Keuangan (SAK EP & PSAK 69) - Peternakan Dual-Track (SAP-01 & KTPG-SAP)

Dokumen ini mengatur standar akuntansi keuangan, bagan akun resmi (Chart of Accounts / COA), perlakuan aset biologis agrikultur sesuai PSAK 69 & SAK EP, serta skenario penjurnalan transaksi otomatis untuk arsitektur Dual-Track:

  • Track 1: Sub-Unit Komersial BUMDes (SAP-01) — Berorientasi laba komersial & PADes.
  • Track 2: Sub-Unit Ketahanan Pangan (KTPG-SAP) — Alokasi 20% Dana Desa (APBDes) & buffer stock pangan desa.

1. Bagan Akun Resmi (COA) SAK EP & Dana Desa 2026#

Seluruh transaksi penjurnalan otomatis (auto-journaling) di modul peternakan menggunakan bagan akun resmi berikut dengan pemisahan kas/bank dan rekening koran yang ketat (Zero-Commingling):

Nomor AkunNama Akun Buku BesarPosisi NormalSub-Unit PenggunaKlasifikasi & Karakteristik
1-101.02Kas Tunai - Unit PeternakanDebetPTR-REGAset Lancar - Brankas kas operasional peternakan komersial
1-101.06Kas Tunai - Sub-Unit Ayam PetelurDebetSAP-01Aset Lancar - Brankas kas operasional harian ayam petelur komersial
1-101.07Kas Tunai - Ayam Petelur KetapangDebetKTPG-SAPAset Lancar - Brankas kas operasional harian kandang ayam Ketapang
1-101.23Kas Tunai - Unit Peternakan (Ketapang)DebetKTPG-TERNAKAset Lancar - Brankas kas operasional divisi peternakan Ketapang
1-101.03Kas Tunai - Unit Ketahanan PanganDebetKTPGAset Lancar - Kas induk APBDes 20% Ketahanan Pangan
1-102.02Rekening Bank BPD - Unit PeternakanDebetSAP-01Aset Lancar - Rekening bank BPD giro komersial BUMDes
1-102.03Rekening Bank BPD - Unit KetapangDebetKTPG-SAPAset Lancar - Rekening bank penampung Dana Desa Ketapang
1-103.02Kas Kecil - Unit PeternakanDebetPTR-REGAset Lancar - Kas kecil operasional harian peternakan komersial
1-103.06Kas Kecil - Sub Unit Ayam PetelurDebetSAP-01Aset Lancar - Kas kecil operasional harian sub-unit layer
1-103.07Kas Kecil - Ayam Petelur KetapangDebetKTPG-SAPAset Lancar - Kas kecil operasional harian kandang layer Ketapang
1-103.23Kas Kecil - Unit Peternakan (Ketapang)DebetKTPG-TERNAKAset Lancar - Kas kecil operasional Unit Peternakan Terpadu Ketapang
1-105Persediaan Pakan Jadi (Ransum)DebetKeduanyaAset Lancar - Stok fisik pakan layer siap konsumsi di gudang
1-105.01Persediaan Obat-Obatan TernakDebetKeduanyaAset Lancar - Stok antibiotik, antiseptik, dan medikasi
1-105.02Persediaan Vaksin UnggasDebetKeduanyaAset Lancar - Stok vaksin ND, IB, Gumboro, dan AI
1-105.03Persediaan Vitamin & SuplemenDebetKeduanyaAset Lancar - Stok egg stimulant, mineral, dan multivitamin
1-107.05Persediaan Telur Mentah (WIP)DebetKeduanyaAset Lancar - Telur curah segar hasil panen belum disortir
1-107.06Persediaan Telur Graded (Karton)DebetKeduanyaAset Lancar - Telur siap jual Grade A/B/C dalam kemasan tray
1-107Persediaan Hasil Ternak (Afkir)DebetKeduanyaAset Lancar - Daging ayam layer afkir siap jual akhir siklus
1-111.02Piutang Usaha - Unit PeternakanDebetPTR-REGAset Lancar - Tagihan piutang hasil ternak komersial BUMDes
1-111.06Piutang Usaha - Sub Ayam PetelurDebetSAP-01Aset Lancar - Tagihan penjualan telur partai besar ke agen/mitra
1-111.07Piutang Usaha - Ayam Petelur KetapangDebetKTPG-SAPAset Lancar - Tagihan piutang penjualan telur ketahanan pangan
1-111.23Piutang Usaha - Unit PeternakanDebetKTPG-TERNAKAset Lancar - Tagihan piutang komoditas ternak terpadu ketahanan pangan
1-204Aset Biologis (Header Kontrol)DebetKeduanyaAset Tidak Lancar - Header kontrol wajib bersaldo bersih Rp 0
1-204.01Aset Biologis - Ayam Petelur RegulerDebetSAP-01Aset Tidak Lancar - Nilai kapitalisasi ayam petelur komersial
1-204.07Aset Biologis - Ayam Petelur KetapangDebetKTPG-SAPAset Tidak Lancar - Nilai ayam petelur dana desa Ketahanan Pangan
1-602.01RK Unit Peternakan KetapangDebet/KreditKTPG-SAPAntar-Unit - Rekening koran kliring transaksi Ketapang
1-609RK Unit Peternakan UtamaDebet/KreditSAP-01Antar-Unit - Rekening koran kliring transaksi Komersial
1-620RK Pabrik Pakan Ternak (Feedmill)Debet/KreditKeduanyaAntar-Unit - Kliring transfer pakan dari pabrik BUMDes
2-101Utang Usaha (Accounts Payable)KreditKeduanyaKewajiban Lancar - Tagihan vendor pakan/obat luar
4-103Penjualan Hasil Ternak (Header)KreditKeduanyaPendapatan Operasional - Induk pendapatan panen ternak
4-103.02Pendapatan Telur Retail (B2C) KomersialKreditSAP-01Pendapatan Operasional - Penjualan eceran ayam komersial di POS
4-103.06Pendapatan Telur Grosir (B2B) KomersialKreditSAP-01Pendapatan Operasional - Penjualan grosir partai besar komersial
4-103.07Pendapatan Telur Retail (B2C) KetapangKreditKTPG-SAPPendapatan Operasional - Penjualan eceran hasil ketahanan pangan
4-103.08Pendapatan Telur Grosir (B2B) KetapangKreditKTPG-SAPPendapatan Operasional - Penjualan grosir hasil ketahanan pangan
4-202Pendapatan Limbah (Pupuk Kandang)KreditKeduanyaPendapatan Lain-lain - Hasil penjualan kotoran kering/karung
5-101Harga Pokok Penjualan (HPP)DebetKeduanyaBeban Pokok - HPP persediaan telur yang terjual
5-102Beban Pakan TernakDebetKeduanyaBeban Pokok - Biaya konsumsi pakan ayam harian di kandang
5-103Beban Kesehatan & OVK TernakDebetKeduanyaBeban Pokok - Biaya vaksinasi, vitamin, dan obat-obatan
5-104Alokasi Biaya Produksi (Kontra)KreditKeduanyaAkun Kontra HPP - Pengakuan hasil panen telur harian
5-201Beban Gaji & Upah Tenaga KerjaDebetKeduanyaBeban Operasional - Upah ABK dan operator kandang
5-206Beban Kerugian Kematian TernakDebetKeduanyaBeban Operasional - Deplesi ayam mati (Mortality Loss)
5-298Beban Kerusakan Persediaan (BS)DebetKeduanyaBeban Operasional - Kerugian telur pecah tumpah di gudang

2. Perlakuan Aset Biologis PSAK 69 & SAK EP#

2.1. Kapitalisasi Awal & Siklus Hidup

  1. Pengadaan Pullet (Fase Siap Telur 16 Minggu):
  • Pengadaan pullet ayam ras petelur umur 16 minggu dikapitalisasi ke sub-akun spesifik:
  • Sub-Unit Komersial (SAP-01): 1-204.01 Aset Biologis - Ayam Petelur Reguler.
  • Sub-Unit Ketahanan Pangan (KTPG-SAP): 1-204.07 Aset Biologis - Ayam Petelur Ketapang.
  • Akun header 1-204 berfungsi sebagai pos kontrol agregasi dan wajib memiliki saldo bersih Rp 0 (Zero Net-Balance).
  • Biaya perolehan mencakup harga bibit pullet, ongkos angkut ekspedisi, dan karantina awal.
  1. Fase Produksi (Minggu 18 s/d 75):
  • Pakan dan obat selama masa bertelur TIDAK DIKAPITALISASI ke aset biologis, melainkan langsung dibebankan sebagai biaya operasional berjalan pada periode terjadinya:
  • Pakan -> 5-102 Beban Pakan Ternak
  • OVK -> 5-103 Beban Kesehatan Ternak

2.2. Metode Amortisasi Masa Produktif Ayam

Ayam layer mengalami penurunan nilai biologis dan kapasitas bertelur seiring waktu. Sistem mengamortisasi nilai perolehan ayam selama masa produktif (56 minggu) dikurangi estimasi nilai sisa afkir (salvage value):

  • Rumus Nilai Diamortisasi per Ekor: Nilai Diamortisasi = Harga Perolehan Pullet - Estimasi Nilai Jual Ayam Afkir
  • Amortisasi Mingguan: Amortisasi Mingguan = Nilai Diamortisasi / 56 Minggu
  • Saat penutupan siklus (endLivestockCycle), ayam afkir hidup yang tersisa ditransfer ke akun persediaan daging afkir 1-107 pada nilai buku tersisa.

3. Skenario Penjurnalan Otomatis (Auto-Journaling Engine)#

Skenario 1: Penerimaan Transfer Pakan Mix-18 dari Pabrik Pakan BUMDes

Sub-unit Ketapang (KTPG-SAP) menerima 1.000 kg pakan Mix-18 dari Feedmill (KTPG-FDM) pada nilai HPP Rp 6.500/kg (Total Rp 6.500.000):

text
[DEBET] 1-105 Persediaan Pakan Jadi (Ransum) Rp 6.500.000
[KREDIT] 1-602.01 RK Unit Peternakan Ketapang Rp 6.500.000

(Catatan: Jika diterima oleh Komersial SAP-01, akun kredit otomatis menggunakan 1-609).


Skenario 2: Pencatatan Log Harian (Konsumsi Pakan & Panen Telur)

Operator menginput log harian di kandang: Konsumsi pakan 60 kg (@Rp 6.500 = Rp 390.000) dan panen telur 29 kg (480 butir, HPP @Rp 22.000/kg = Rp 638.000):

A. Konsumsi Pakan Harian:

text
[DEBET] 5-102 Beban Pakan Ternak Rp 390.000
[KREDIT] 1-105 Persediaan Pakan Jadi Rp 390.000

B. Pengakuan Panen Telur Segar Mentah:

text
[DEBET] 1-107.05 Persediaan Telur Mentah (WIP) Rp 638.000
[KREDIT] 5-104 Alokasi Biaya Produksi (Kontra HPP) Rp 638.000

Skenario 3: Deplesi Kematian Ayam (Mortality)

Ditemukan 2 ekor ayam mati pada log harian (Nilai buku Rp 80.000 per ekor = Rp 160.000):

text
[DEBET] 5-206 Beban Kerugian Kematian Ternak Rp 160.000
[KREDIT] 1-204.01 Aset Biologis - Ayam Petelur Reguler Rp 160.000

(Catatan: Jika terjadi pada sub-unit Ketapang KTPG-SAP, akun kredit menggunakan 1-204.07).


Skenario 4: Proses Grading & Konversi Telur Mentah ke Karton (processEggGrading)

Operator menyortir 900 butir telur mentah menjadi 30 Karton Telur Siap Jual (Nilai HPP @Rp 1.375/butir = Rp 1.237.500):

text
[DEBET] 1-107.06 Persediaan Telur Graded (Karton) Rp 1.237.500
[KREDIT] 1-107.05 Persediaan Telur Mentah (WIP) Rp 1.237.500

(Stok fisik karton Grade A/B/C bertambah 30 karton, stok telur mentah berkurang 900 butir).


Skenario 5: Penjualan Grosir Telur Tunai di Farm Gate (Jalur Komersial SAP-01)

Pedagang partai besar membeli 20 Karton Grade A tunai (@Rp 65.000 = Rp 1.300.000, HPP @Rp 42.000 = Rp 840.000):

A. Penerimaan Kas & Pengakuan Pendapatan:

text
[DEBET] 1-101.02 Kas Tunai - Unit Peternakan Rp 1.300.000
[KREDIT] 4-103.06 Pendapatan Telur Grosir (B2B) Komersial Rp 1.300.000

B. Pengakuan Beban Pokok Penjualan (HPP):

text
[DEBET] 5-101 Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp 840.000
[KREDIT] 1-107.06 Persediaan Telur Graded (Karton) Rp 840.000

Skenario 6: Transfer Telur ke Toko Ritel Desa (TKRTL-01)

Sub-unit mengirim 15 Karton Telur Grade B ke Toko Ritel Sembako Desa pada nilai transfer HPP Rp 39.000 (Total Rp 585.000):

Pencatatan di Sub-Unit Peternakan:

text
[DEBET] 1-609 RK Unit Peternakan Utama Rp 585.000
[KREDIT] 1-107.06 Persediaan Telur Graded (Karton) Rp 585.000

Skenario 7: Penutupan Siklus & Penjualan Ayam Afkir (endLivestockCycle)

Siklus berakhir, 500 ekor ayam afkir dijual tunai seharga Rp 30.000 per ekor (Rp 15.000.000). Nilai buku sisa pada akun 1-204.01 adalah Rp 13.500.000:

text
[DEBET] 1-101.02 Kas Tunai - Unit Peternakan Rp 15.000.000
[KREDIT] 1-204.01 Aset Biologis - Ayam Petelur Reguler Rp 13.500.000
[KREDIT] 4-103.02 Pendapatan Telur Retail (B2C) Komersial Rp 1.500.000

(Catatan: Jika siklus Ketapang KTPG-SAP ditutup, kredit aset biologis mengkredit 1-204.07 dan penerimaan kas didebet ke 1-101.07 atau 1-101.23).


4. Rekonsiliasi & Pengendalian Internal Akhir Periode#

  1. Eliminasi Akun Resiprokal: Saldo RK 1-609 dan 1-602.01 wajib berimbang (reconciled) terhadap lawan transaksinya di unit holding/feedmill dan dieliminasi pada akun 9-999 saat tutup buku konsolidasi.
  2. Pemeriksaan Fisik (Stock Opname): Stock opname telur karton di 1-107.06 dan pakan di 1-105 wajib dicocokkan setiap akhir bulan antara saldo buku besar dan fisik gudang. Selisih rusak dicatat pada 5-298.

Apakah panduan ini membantu Anda?