Standar Akuntansi SAK EP & PSAK 69
Standar Akuntansi Keuangan (SAK EP & PSAK 69) - Peternakan Dual-Track (SAP-01 & KTPG-SAP)
Dokumen ini mengatur standar akuntansi keuangan, bagan akun resmi (Chart of Accounts / COA), perlakuan aset biologis agrikultur sesuai PSAK 69 & SAK EP, serta skenario penjurnalan transaksi otomatis untuk arsitektur Dual-Track:
- Track 1: Sub-Unit Komersial BUMDes (
SAP-01) — Berorientasi laba komersial & PADes. - Track 2: Sub-Unit Ketahanan Pangan (
KTPG-SAP) — Alokasi 20% Dana Desa (APBDes) & buffer stock pangan desa.
1. Bagan Akun Resmi (COA) SAK EP & Dana Desa 2026#
Seluruh transaksi penjurnalan otomatis (auto-journaling) di modul peternakan menggunakan bagan akun resmi berikut dengan pemisahan kas/bank dan rekening koran yang ketat (Zero-Commingling):
| Nomor Akun | Nama Akun Buku Besar | Posisi Normal | Sub-Unit Pengguna | Klasifikasi & Karakteristik |
|---|---|---|---|---|
1-101.02 | Kas Tunai - Unit Peternakan | Debet | PTR-REG | Aset Lancar - Brankas kas operasional peternakan komersial |
1-101.06 | Kas Tunai - Sub-Unit Ayam Petelur | Debet | SAP-01 | Aset Lancar - Brankas kas operasional harian ayam petelur komersial |
1-101.07 | Kas Tunai - Ayam Petelur Ketapang | Debet | KTPG-SAP | Aset Lancar - Brankas kas operasional harian kandang ayam Ketapang |
1-101.23 | Kas Tunai - Unit Peternakan (Ketapang) | Debet | KTPG-TERNAK | Aset Lancar - Brankas kas operasional divisi peternakan Ketapang |
1-101.03 | Kas Tunai - Unit Ketahanan Pangan | Debet | KTPG | Aset Lancar - Kas induk APBDes 20% Ketahanan Pangan |
1-102.02 | Rekening Bank BPD - Unit Peternakan | Debet | SAP-01 | Aset Lancar - Rekening bank BPD giro komersial BUMDes |
1-102.03 | Rekening Bank BPD - Unit Ketapang | Debet | KTPG-SAP | Aset Lancar - Rekening bank penampung Dana Desa Ketapang |
1-103.02 | Kas Kecil - Unit Peternakan | Debet | PTR-REG | Aset Lancar - Kas kecil operasional harian peternakan komersial |
1-103.06 | Kas Kecil - Sub Unit Ayam Petelur | Debet | SAP-01 | Aset Lancar - Kas kecil operasional harian sub-unit layer |
1-103.07 | Kas Kecil - Ayam Petelur Ketapang | Debet | KTPG-SAP | Aset Lancar - Kas kecil operasional harian kandang layer Ketapang |
1-103.23 | Kas Kecil - Unit Peternakan (Ketapang) | Debet | KTPG-TERNAK | Aset Lancar - Kas kecil operasional Unit Peternakan Terpadu Ketapang |
1-105 | Persediaan Pakan Jadi (Ransum) | Debet | Keduanya | Aset Lancar - Stok fisik pakan layer siap konsumsi di gudang |
1-105.01 | Persediaan Obat-Obatan Ternak | Debet | Keduanya | Aset Lancar - Stok antibiotik, antiseptik, dan medikasi |
1-105.02 | Persediaan Vaksin Unggas | Debet | Keduanya | Aset Lancar - Stok vaksin ND, IB, Gumboro, dan AI |
1-105.03 | Persediaan Vitamin & Suplemen | Debet | Keduanya | Aset Lancar - Stok egg stimulant, mineral, dan multivitamin |
1-107.05 | Persediaan Telur Mentah (WIP) | Debet | Keduanya | Aset Lancar - Telur curah segar hasil panen belum disortir |
1-107.06 | Persediaan Telur Graded (Karton) | Debet | Keduanya | Aset Lancar - Telur siap jual Grade A/B/C dalam kemasan tray |
1-107 | Persediaan Hasil Ternak (Afkir) | Debet | Keduanya | Aset Lancar - Daging ayam layer afkir siap jual akhir siklus |
1-111.02 | Piutang Usaha - Unit Peternakan | Debet | PTR-REG | Aset Lancar - Tagihan piutang hasil ternak komersial BUMDes |
1-111.06 | Piutang Usaha - Sub Ayam Petelur | Debet | SAP-01 | Aset Lancar - Tagihan penjualan telur partai besar ke agen/mitra |
1-111.07 | Piutang Usaha - Ayam Petelur Ketapang | Debet | KTPG-SAP | Aset Lancar - Tagihan piutang penjualan telur ketahanan pangan |
1-111.23 | Piutang Usaha - Unit Peternakan | Debet | KTPG-TERNAK | Aset Lancar - Tagihan piutang komoditas ternak terpadu ketahanan pangan |
1-204 | Aset Biologis (Header Kontrol) | Debet | Keduanya | Aset Tidak Lancar - Header kontrol wajib bersaldo bersih Rp 0 |
1-204.01 | Aset Biologis - Ayam Petelur Reguler | Debet | SAP-01 | Aset Tidak Lancar - Nilai kapitalisasi ayam petelur komersial |
1-204.07 | Aset Biologis - Ayam Petelur Ketapang | Debet | KTPG-SAP | Aset Tidak Lancar - Nilai ayam petelur dana desa Ketahanan Pangan |
1-602.01 | RK Unit Peternakan Ketapang | Debet/Kredit | KTPG-SAP | Antar-Unit - Rekening koran kliring transaksi Ketapang |
1-609 | RK Unit Peternakan Utama | Debet/Kredit | SAP-01 | Antar-Unit - Rekening koran kliring transaksi Komersial |
1-620 | RK Pabrik Pakan Ternak (Feedmill) | Debet/Kredit | Keduanya | Antar-Unit - Kliring transfer pakan dari pabrik BUMDes |
2-101 | Utang Usaha (Accounts Payable) | Kredit | Keduanya | Kewajiban Lancar - Tagihan vendor pakan/obat luar |
4-103 | Penjualan Hasil Ternak (Header) | Kredit | Keduanya | Pendapatan Operasional - Induk pendapatan panen ternak |
4-103.02 | Pendapatan Telur Retail (B2C) Komersial | Kredit | SAP-01 | Pendapatan Operasional - Penjualan eceran ayam komersial di POS |
4-103.06 | Pendapatan Telur Grosir (B2B) Komersial | Kredit | SAP-01 | Pendapatan Operasional - Penjualan grosir partai besar komersial |
4-103.07 | Pendapatan Telur Retail (B2C) Ketapang | Kredit | KTPG-SAP | Pendapatan Operasional - Penjualan eceran hasil ketahanan pangan |
4-103.08 | Pendapatan Telur Grosir (B2B) Ketapang | Kredit | KTPG-SAP | Pendapatan Operasional - Penjualan grosir hasil ketahanan pangan |
4-202 | Pendapatan Limbah (Pupuk Kandang) | Kredit | Keduanya | Pendapatan Lain-lain - Hasil penjualan kotoran kering/karung |
5-101 | Harga Pokok Penjualan (HPP) | Debet | Keduanya | Beban Pokok - HPP persediaan telur yang terjual |
5-102 | Beban Pakan Ternak | Debet | Keduanya | Beban Pokok - Biaya konsumsi pakan ayam harian di kandang |
5-103 | Beban Kesehatan & OVK Ternak | Debet | Keduanya | Beban Pokok - Biaya vaksinasi, vitamin, dan obat-obatan |
5-104 | Alokasi Biaya Produksi (Kontra) | Kredit | Keduanya | Akun Kontra HPP - Pengakuan hasil panen telur harian |
5-201 | Beban Gaji & Upah Tenaga Kerja | Debet | Keduanya | Beban Operasional - Upah ABK dan operator kandang |
5-206 | Beban Kerugian Kematian Ternak | Debet | Keduanya | Beban Operasional - Deplesi ayam mati (Mortality Loss) |
5-298 | Beban Kerusakan Persediaan (BS) | Debet | Keduanya | Beban Operasional - Kerugian telur pecah tumpah di gudang |
2. Perlakuan Aset Biologis PSAK 69 & SAK EP#
2.1. Kapitalisasi Awal & Siklus Hidup
- Pengadaan Pullet (Fase Siap Telur 16 Minggu):
- Pengadaan pullet ayam ras petelur umur 16 minggu dikapitalisasi ke sub-akun spesifik:
- Sub-Unit Komersial (
SAP-01):1-204.01 Aset Biologis - Ayam Petelur Reguler. - Sub-Unit Ketahanan Pangan (
KTPG-SAP):1-204.07 Aset Biologis - Ayam Petelur Ketapang. - Akun header
1-204berfungsi sebagai pos kontrol agregasi dan wajib memiliki saldo bersih Rp 0 (Zero Net-Balance). - Biaya perolehan mencakup harga bibit pullet, ongkos angkut ekspedisi, dan karantina awal.
- Fase Produksi (Minggu 18 s/d 75):
- Pakan dan obat selama masa bertelur TIDAK DIKAPITALISASI ke aset biologis, melainkan langsung dibebankan sebagai biaya operasional berjalan pada periode terjadinya:
- Pakan ->
5-102 Beban Pakan Ternak - OVK ->
5-103 Beban Kesehatan Ternak
2.2. Metode Amortisasi Masa Produktif Ayam
Ayam layer mengalami penurunan nilai biologis dan kapasitas bertelur seiring waktu. Sistem mengamortisasi nilai perolehan ayam selama masa produktif (56 minggu) dikurangi estimasi nilai sisa afkir (salvage value):
- Rumus Nilai Diamortisasi per Ekor:
Nilai Diamortisasi = Harga Perolehan Pullet - Estimasi Nilai Jual Ayam Afkir - Amortisasi Mingguan:
Amortisasi Mingguan = Nilai Diamortisasi / 56 Minggu - Saat penutupan siklus (
endLivestockCycle), ayam afkir hidup yang tersisa ditransfer ke akun persediaan daging afkir1-107pada nilai buku tersisa.
3. Skenario Penjurnalan Otomatis (Auto-Journaling Engine)#
Skenario 1: Penerimaan Transfer Pakan Mix-18 dari Pabrik Pakan BUMDes
Sub-unit Ketapang (KTPG-SAP) menerima 1.000 kg pakan Mix-18 dari Feedmill (KTPG-FDM) pada nilai HPP Rp 6.500/kg (Total Rp 6.500.000):
text[DEBET] 1-105 Persediaan Pakan Jadi (Ransum) Rp 6.500.000 [KREDIT] 1-602.01 RK Unit Peternakan Ketapang Rp 6.500.000
(Catatan: Jika diterima oleh Komersial SAP-01, akun kredit otomatis menggunakan 1-609).
Skenario 2: Pencatatan Log Harian (Konsumsi Pakan & Panen Telur)
Operator menginput log harian di kandang: Konsumsi pakan 60 kg (@Rp 6.500 = Rp 390.000) dan panen telur 29 kg (480 butir, HPP @Rp 22.000/kg = Rp 638.000):
A. Konsumsi Pakan Harian:
text[DEBET] 5-102 Beban Pakan Ternak Rp 390.000 [KREDIT] 1-105 Persediaan Pakan Jadi Rp 390.000
B. Pengakuan Panen Telur Segar Mentah:
text[DEBET] 1-107.05 Persediaan Telur Mentah (WIP) Rp 638.000 [KREDIT] 5-104 Alokasi Biaya Produksi (Kontra HPP) Rp 638.000
Skenario 3: Deplesi Kematian Ayam (Mortality)
Ditemukan 2 ekor ayam mati pada log harian (Nilai buku Rp 80.000 per ekor = Rp 160.000):
text[DEBET] 5-206 Beban Kerugian Kematian Ternak Rp 160.000 [KREDIT] 1-204.01 Aset Biologis - Ayam Petelur Reguler Rp 160.000
(Catatan: Jika terjadi pada sub-unit Ketapang KTPG-SAP, akun kredit menggunakan 1-204.07).
Skenario 4: Proses Grading & Konversi Telur Mentah ke Karton (processEggGrading)
Operator menyortir 900 butir telur mentah menjadi 30 Karton Telur Siap Jual (Nilai HPP @Rp 1.375/butir = Rp 1.237.500):
text[DEBET] 1-107.06 Persediaan Telur Graded (Karton) Rp 1.237.500 [KREDIT] 1-107.05 Persediaan Telur Mentah (WIP) Rp 1.237.500
(Stok fisik karton Grade A/B/C bertambah 30 karton, stok telur mentah berkurang 900 butir).
Skenario 5: Penjualan Grosir Telur Tunai di Farm Gate (Jalur Komersial SAP-01)
Pedagang partai besar membeli 20 Karton Grade A tunai (@Rp 65.000 = Rp 1.300.000, HPP @Rp 42.000 = Rp 840.000):
A. Penerimaan Kas & Pengakuan Pendapatan:
text[DEBET] 1-101.02 Kas Tunai - Unit Peternakan Rp 1.300.000 [KREDIT] 4-103.06 Pendapatan Telur Grosir (B2B) Komersial Rp 1.300.000
B. Pengakuan Beban Pokok Penjualan (HPP):
text[DEBET] 5-101 Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp 840.000 [KREDIT] 1-107.06 Persediaan Telur Graded (Karton) Rp 840.000
Skenario 6: Transfer Telur ke Toko Ritel Desa (TKRTL-01)
Sub-unit mengirim 15 Karton Telur Grade B ke Toko Ritel Sembako Desa pada nilai transfer HPP Rp 39.000 (Total Rp 585.000):
Pencatatan di Sub-Unit Peternakan:
text[DEBET] 1-609 RK Unit Peternakan Utama Rp 585.000 [KREDIT] 1-107.06 Persediaan Telur Graded (Karton) Rp 585.000
Skenario 7: Penutupan Siklus & Penjualan Ayam Afkir (endLivestockCycle)
Siklus berakhir, 500 ekor ayam afkir dijual tunai seharga Rp 30.000 per ekor (Rp 15.000.000). Nilai buku sisa pada akun 1-204.01 adalah Rp 13.500.000:
text[DEBET] 1-101.02 Kas Tunai - Unit Peternakan Rp 15.000.000 [KREDIT] 1-204.01 Aset Biologis - Ayam Petelur Reguler Rp 13.500.000 [KREDIT] 4-103.02 Pendapatan Telur Retail (B2C) Komersial Rp 1.500.000
(Catatan: Jika siklus Ketapang KTPG-SAP ditutup, kredit aset biologis mengkredit 1-204.07 dan penerimaan kas didebet ke 1-101.07 atau 1-101.23).
4. Rekonsiliasi & Pengendalian Internal Akhir Periode#
- Eliminasi Akun Resiprokal: Saldo RK
1-609dan1-602.01wajib berimbang (reconciled) terhadap lawan transaksinya di unit holding/feedmill dan dieliminasi pada akun9-999saat tutup buku konsolidasi. - Pemeriksaan Fisik (Stock Opname): Stock opname telur karton di
1-107.06dan pakan di1-105wajib dicocokkan setiap akhir bulan antara saldo buku besar dan fisik gudang. Selisih rusak dicatat pada5-298.