Registrasi Produk (Konveksi & Sablon)
📦 Panduan Registrasi Produk: Unit Konveksi & Sablon
Proses registrasi produk untuk unit manufaktur (Konveksi dan Sablon) di ERP BUMDes sedikit berbeda dibandingkan unit perdagangan (ritel) biasa. Dalam manufaktur, kita harus membedakan antara Bahan Baku (Raw Materials), Barang Setengah Jadi (WIP), dan Barang Jadi (Finished Goods) karena semuanya terkait erat dengan Bill of Materials (BOM) dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP).
Berikut adalah panduan lengkap cara melakukan registrasi produk manufaktur.
1. Registrasi Bahan Baku (Raw Materials)#
Bahan baku adalah komponen dasar yang dibeli dari supplier dan tidak untuk dijual langsung ke konsumen akhir.
A. Tinta Sablon & Bahan Kimia
- Menu:
Inventori>Produk>+ Tambah Produk - Kategori: Pilih
Bahan Baku - Kimia/Tinta - Nama Produk: Gunakan format spesifik. Contoh: Tinta Plastisol Putih Matsui, Cairan Afdruk, M3.
- Satuan (UoM): Pilih
Gram,Kg, atauLiter. (Sangat penting untuk perhitungan konsumsi di meja sablon!) - Lacak Batch (Track Batches): Wajib diaktifkan (Centang). Tinta pabrikan memiliki nomor batch produksi. Jika ada hasil sablon luntur/cacat, kita bisa melacak tinta batch mana yang bermasalah.
- Harga Beli (Cost Price): Masukkan harga beli dari pabrik/distributor per satuan UoM.
- Harga Jual: Kosongkan atau samakan dengan harga beli jika tidak dijual eceran.
B. Kain & Material Konveksi
- Kategori: Pilih
Bahan Baku - Kain/Benang - Nama Produk: Contoh: Kain Cotton Combed 30s Hitam (Reaktif).
- Satuan (UoM): Pilih
Roll,Yard,Meter, atauKg. - SKU / Barcode: Masukkan kode referensi warna dari pabrik kain agar tidak tertukar saat re-order.
2. Registrasi Barang Setengah Jadi (Work in Progress / WIP)#
WIP adalah barang yang sudah melewati satu tahap produksi tapi belum siap dijual (misalnya: kaos polos jahitan konveksi yang menunggu untuk disablon).
- Menu:
Inventori>Produk>+ Tambah Produk - Kategori: Pilih
WIP - Konveksi - Nama Produk: Contoh: Kaos Polos Combed 30s Hitam (L).
- Satuan:
Pcs. - Harga Beli (HPP Awal): Harga ini TIDAK diinput manual, melainkan otomatis dihitung oleh sistem berdasarkan hasil penyelesaian SPK Konveksi (Total harga kain + ongkos potong + ongkos jahit).
- Pengaturan Visibilitas: Jangan centang "Tampilkan di Web Publik" karena ini bukan untuk dijual eceran di katalog publik.
3. Registrasi Barang Jadi (Finished Goods)#
Barang jadi adalah produk akhir yang siap dipasarkan, diserahkan ke klien (B2B), atau dijual di toko ritel / e-commerce BUMDes (B2C).
- Menu:
Inventori>Produk>+ Tambah Produk - Kategori: Pilih
Barang Jadi - Pakaian/Merchandise - Nama Produk: Harus representatif untuk konsumen. Contoh: T-Shirt BUMDes Edisi Merdeka (L).
- SKU: Gunakan nomenklatur baku. Contoh:
TS-MRDK-BLK-L(T-Shirt, Merdeka, Black, Large). - Satuan:
Pcs. - Harga Jual (Selling Price): Masukkan harga ritel untuk konsumen (B2C) atau harga kontrak borongan (B2B).
- Publikasi: Centang opsi "Tampilkan di Web Publik". Unggah foto produk mockup resolusi tinggi agar muncul di portal e-commerce warga.
4. Penting: Mengikat Produk ke Bill of Materials (BOM)#
Setelah Anda meregistrasi Barang Jadi atau WIP, produk tersebut awalnya hanya berupa "cangkang" kosong di gudang. Agar bisa diproduksi, produk ini harus dihubungkan dengan BOM (Resep Produksi).
- Buka modul Manufaktur > Sablon (atau Konveksi) > Master Data BOM.
- Klik Buat BOM Baru.
- Pilih Produk Target: Pilih "Barang Jadi" yang baru Anda registrasikan di langkah 3.
- Masukkan Resep (Komponen):
- Tambahkan WIP (misal: 1 Pcs Kaos Polos).
- Tambahkan Bahan Baku (misal: 25 gram Tinta Plastisol Hitam).
- Masukkan Routing Tenaga Kerja (misal: Biaya Gesut Rp 500/pcs).
- Simpan BOM.
[!IMPORTANT] Saat Surat Perintah Kerja (SPK) Sablon atau Konveksi diselesaikan di lantai produksi, sistem akan otomatis mengurangi (mengonsumsi) stok Tinta dan Kain dari gudang bahan baku, lalu otomatis menambah stok T-Shirt Jadi di gudang barang jadi, lengkap dengan HPP aktualnya!